Jika Anda sedang lelah secara spiritual, luangkan 95 menit. Cari versi terbaik . Nyalakan film ini dalam keadaan gelap. Dan biarkan Mr. Badii mengantarkan Anda ke batas antara ada dan tiada. "Ketika kau bangun pagi, lihat ke langit. Apakah langit tidak mau bekerja sama? Apakah ia tidak ingin terbit pagi ini?" – Mr. Badii. Tabel Ringkas Informasi | Judul Film | Taste of Cherry (طعم گیلاس) | | :--- | :--- | | Sutradara | Abbas Kiarostami | | Tahun | 1997 (Restorasi 4K: 2020) | | Durasi | 95 Menit | | Penghargaan | Palme d'Or (Cannes) | | Gaya Visual | Realisme Minimalis, Long Take di Dalam Mobil | | Kata Kunci | Taste Of Cherry Sub Indo , Film Filosofis, Iran, Kematian | | Rekomendasi Sub Indo | Subscene ID / Penerjemah Puitis (hindari terjemahan literal) |
Bagi penonton Indonesia, untuk benar-benar meresapi film ini, ketersediaan ( subtitle Bahasa Indonesia ) menjadi mutlak. Tanpa pemahaman dialog filosofis yang minimalis, pengalaman menonton film ini seperti membaca puisi dalam bahasa asing yang tidak dimengerti.
Pendahuluan: Sebuah Mastodonti Sinema Dunia Bagi para sinefil, nama Abbas Kiarostami bukanlah sekadar sutradara. Ia adalah filsuf yang menggunakan kamera sebagai pulpen. Salah satu karyanya yang paling kontroversial sekaligus monumental adalah Taste of Cherry (طعم گیلاس – Taam-e Guilass), yang dirilis pada tahun 1997. Taste Of Cherry Sub Indo
Dalam bahasa aslinya (Farsi), pria tua itu berbicara dengan dialek pedesaan yang kasar. Terjemahan subtitle yang buruk sering membuatnya terdengar seperti "I was going to kill myself but then I ate fruit".
Premisnya sederhana: Badii ingin bunuh diri. Ia berencana menelan pil tidur di sebuah lubang yang sudah ia gali di lereng bukit, tepat setelah matahari terbenam. Namun, ia punya satu permintaan: Ia butuh seseorang yang datang keesokan paginya untuk menimbun tanah ke atas tubuhnya. Jika ia masih hidup, orang itu harus membantunya keluar. Jika ia mati, ia hanya perlu mengguyurkan 20 sekop tanah. Jika Anda sedang lelah secara spiritual, luangkan 95 menit
Dengan , Anda akan menyadari bahwa bukan aksi yang kurang, tetapi kedalaman yang berlebihan. Setiap "Hmm" dari Mr. Badii memiliki arti. Setiap pandangan kosong ke luar jendela adalah doa yang tidak terjawab. Ending yang Membingungkan (Spoiler Ringan) Selama 80 menit terakhir, film terasa sangat realis. Tiba-tiba, di menit 87, Kiarostami memutuskan "realita". Adegan terakhir menunjukkan kamera berpindah ke behind the scenes . Kita melihat Abbas Kiarostami sendiri, Homayoun Ershadi merokok di luar kostum, dan tentara yang memberi aba-aba.
Kiarostami ingin berkata bahwa kematian adalah milik sutradara . Selama kamera masih berputar, kehidupan berlanjut. Subtitle di akhir film biasanya hanya menampilkan [ suara gemerisik kru produksi ] atau [ no dialog ]. Ini adalah bentuk penghormatan pada ketidakteraturan kehidupan. Kesimpulan: Mengapa Anda Harus Nonton Hari Ini? Di tengah meningkatnya angka depresi di Indonesia pasca-pandemi, Taste of Cherry terasa lebih relevan dari sebelumnya. Film ini tidak mengajarkan Anda bahwa bunuh diri itu salah. Film ini hanya mengajak Anda untuk merasakan rasa buah ceri —atau dalam konteks lokal Indonesia, rasa pisang goreng hangat di pinggir jalan, atau rasa kopi tubruk di pagi buta. Dan biarkan Mr
Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa film ini relevan, bagaimana cara mendapatkan subtitle yang akurat, serta analisis adegan ikonik yang membutuhkan pemahaman linguistik yang mendalam. Film ini dimulai dengan gambaran polos: Seorang pria bernama Mr. Badii (diperankan oleh Homayoun Ershadi) mengendarai Land Rover berwarna merah di medan tandus dan berdebu di pinggiran Teheran, Iran. Pemandangannya monoton: tanah liat, kerikil, dan mesin pengeruk jalan yang tak bergerak.